AKP. Indra. T. H, Meringkus Pembunuh Sebelum Darah Korban Mengering

0
77

Kasat Reskrim AKP Indra Trinugraha Herlambang dalam konfrensi pers di Mapolres Lhokseumawe terkait kasus pembunuhan di Desa Ulee Madon.

LHOKSEUMAWE, mediapolisi.com – Sebuah pameo timur tengah berkata, Al-A’maalu bi khawaatimihaa artinya tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya. (Hendaknya diselesaikan sampai tuntas).

Hal itu sudah dibuktikan oleh AKP Indra Trinugraha Herlambang dalam menjalankan tugasnya sebagai Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe.
Anak ke 3 dari pasangan Irjen Pol. (purn) H. Drs. Sutigno Soebrata dan Hj. Diana Miranti ini mengukir prestasi dengan cara unik.
Sosok berkacamata dengan hoby membaca buku, telah mampu mengungkap berbagai kasus besar di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Ketika mengawali karirnya sebagai Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra.T. Herlambang dihadapkan oleh tragisnya kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah tugasnya.
Pada Sabtu (9/3) warga digegerkan temuan mayat tak dikenal di Dusun Cot Lagang, Gampong Lagang, Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara. Mayat itu sempat dibawa ke rumah sakit Umum Cut Mutia di Desa Buket Rata.

Kasus tersebut juga sempat viral ke berbagai media massa, lantaran penasaran dan perlu mengenali identitas mayat.

Begitu polisi turun tangan dibawah komando AKP Indra langsung melakukan olah TKP untuk mengungkap identitas orang yang mati secara tidak wajar ditempat pembuangan sampah setempat.

Dalam waktu cepat, Tim Reskrim berhasil menguak identitas asli mayat itu ternyata M. Amin anak angkat pasangan suami isteri di Dusun Peutua Daud, Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

Pasca itu, polisi pun mengungkap kematiannya ternyata sudah terencana, oleh pelakunya Sy, dan dalangnya adalah ayah angkatnya korban.
Kemudian kasus pembunuhan yang sangat memilukan terjadi di Desa Ulee Madon Kec. Muara Batu Kab. Aceh Utara, Selasa (9/5) lalu.

Kasus itu langsung mengejutkan masyarakat, lantaran diketahui satu korban Zikra berusia empat tahun selamat dari pembantaian dengan cara melompat keluar dari lantai dua rumah.
Namun, karena terlambat pertolongan, akhirnya warga mendobrak pintu rumah dan menemukan tiga korban telah tewas karena kehabisan darah.
Meski saksi kunci yang selamat belum bisa diajak bicara karena alami trauma berat, namun AKP Indra bersama timnya justru tidak kehabisan akal. Berdasarkan hasil olah TKP polisi mampu mengetahui pelakunya adalah Aidil Ginting suami ketiga korban.
Walau pun pelaku telah melarikan diri ke tempat yang jauh, namun AKP Indra meminta bantuan Kasubdit Jatanras Direskrimum Polda Aceh dengan mengirim data ciri-ciri dan foto pelaku.
Alhasil, dalam sekejap pelaku berhasil ditemukan dalam pelariannya di kawasan Lambaro Kab. Aceh Besar.
Saat ditangkap, pelaku yang sudah terkena tembakan di kaki kirinya malah masih nekad berusaha melawan petugas. Sehingga dilumpuhkan dengan tembakan pada kaki kanannya.
Atas keberhasilan itu, masyarakat memuji kinerja AKP Indra. T. Herlambang yang mampu mengungkap kasus dengan waktu kurang dari 24 jam.
Begitulah kisahnya meringkus pembunuh sebelum darah korbannya mengering.

(Zainuddin Abdullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here