Polres HST Gelar Konferensi Pers Kasus Penistaan Agama

BARABAI, mediapolisi.com – Polres Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Konferensi Pers terkait kasus tindak pidana penistaan agama yang dilakukan oleh tersangka Nasrudin (59 tahun) yang terjadi pada Jum’at tgl 30 Maret 2019, di Desa Kahakan Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Konferensi Pers yang dilaksanakan di Ruang Media Polres tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres HST, AKBP Sabana Atmojo, S.I.K, MH serta didampingi Kajari HST Trimo S.H, M.H. Kegiatan ini juga diikuti Kabag Ops AKP Aris Munandar, S.H, M.A, Kasat Sabhara Iptu Tarjono, Ps. Paur Subag Humas Bripka M. Husaini, S.E, M.M, Selasa, (03/12/2019)

Tersangka Nasrudin yang merupakan warga Jalan Penas Tani IV Rt 003 / 011 Desa Kahakan Kec. Batu Benawa dan seorang petani ini diduga melakukan mengajarkan aliran sesat kepada masyarakat.

Ajaran sesat yang dilakukan oleh Nasrudin kepada jemaahnya diantaranya adalah dalam Shalat Wajib maupun Shalat Sunat harus menggunakan Bahasa Indonesia, tidak lagi menggunakan Bahasa Arab, Lafazd Dua Kalimat Sahadat dirubah atas keinginan Nasrudin (Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Nasrudin pesuruh Allah), ilmu dari kitab Hikmah dan rahasia dari kitab Allah, semua bacaan sholat dari awal hingga akhir memakai Bahasa Indonesia, sekarang tidak perlu di pakai lagi karena Nabi Muhammad SAW sudah meninggal dunia

Kegiatan pengajian sesat tersebut dilakukan oleh NS pada hari-hari tertentu yang sudah dijadwalkan, diantaranya hari Sabtu pukul 19.30 wita, Senin pukul 19.30 wita dan pada Hari Jumat pada jam 14.00 wita.

Berdasarkan permasalahan yang sudah beberapa kali dirapatkan, Badan Pengawasan Terhadap Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Pakem) Kabupaten HST dengan menghadirkan Nasrudin, didapatkan kesimpulan bahwa, aliran Nasrudin tersebut sesat dengan mengeluarkan surat rekomendasi kepada Bupati pada tanggal 18 Oktober 2019 agar mengeluarkan SK pelarangan ajaran tersebut.

BACA JUGA :  Sempat Buron, Pelaku Pembunuhan Diringkus Polres Serang Kota

Sesuai laporan dan surat rekomendasi tersebut, petugas Kepolisian pun kemudian melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap Nasrudin, dan menetapkan Nasrudin sebagai tersangka. Petugas pun lalu melakukan penggeladahan di Pondok pengajian tersebut dan dari penggeledahan yang dilakukan, polisi menyita 1 unit laptop, 1 unit mesin laminating, 1 unit printer dan 25 lembar kertas berlaminating yang disebut Al – Furqan sebagai barang bukti.

Kapolres HST AKBP Savana Atmojo, S.I.K, M.H menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu isu yang tidak benar dan percayakan proses hukum kepada kepolisian,

“Kemudian apabila ada temuan baru yang berkaitan dengan hal ini akan kami kabarkan kembali. sekali lagi, serahkan semuanya kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku” ujar Kapolres.(M.Ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here