Parodi Penerimaan Polisi di Polda Sumbar, Paman Kapolda Tetap Tak Lulus.

0
122

PADANG, mediapolisi.com – Penandatangan fakta integritas penerimaan siswa polisi di Polda Sumba sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Malah sampai menampilkan parodi penerimaan siswa polisi, dengan salah satu pameran pamannya kapolda tetapi tetap tak lulus.

Kegiatan yang disebut kemudian penandatangan Fakta Integritas On The Road #Pinterpolri2019 yang dihadiri langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol Fachrizal di lapangan landasan udara TNI AU Tabing, menampilkan sejumlah penampilan hiburan, salah satunya parodi penerimaan siswa polisi dengan tema punya paman seorang kapolda, dan ayah yang kaya raya mencoba menyogok. Tetapi yang lulus adalah seorang siswa bernama Wendi. Padahal dia tidak punya relasi dan uang.

Parodi ini menarik perhatian siswa dan orang tua yang menghadiri acara penandatangan fakta integritas karena relevan dengan kondisi kikinian, dimana jajaran kepolisian telah memberlakukan proses rekrutmen calon polisi dengan prinsip bersih dan transparan.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fachrizal, sebelumnya dalam sambutannya dihadapan calon siswa siswi kepolisian dan para orang tua menegaskan kembali prinsip bahwa di dalam setiap penerimaan siswa tidak ada lagi dengan istilah kedekatan hubungan dan main sogok.

” Kami telah menerapkan sistim penerimaan bintara polri secara transparan. Tidak ada istilah main calo dan sebagainya. Jika ketahuan maka yang menyogok dan menerima sogok akan ditindak secara hukum,” tegas Irjen Pol Fachrizal.

Polda Sumbar,  tahun ini menerima penerimaan calon bintara terdiri dari seluruh jurusan kepolisian. Penerimaan siswa ini, jelas  Kapolda Sumbar,  dilaksanakan melalui satu sistem bernama aplikasi bidik SDM polri 2019 dimana seluruh sistem penilaian dilakukan secara bersih transparan akuntabilitas dan humanis.

Tetapi secara jujur Kapolda Sumbar mengakui bahwa penerimaan secara profesional sudah berjalan dengan baik,  meski masih ada calo calo yang menembak di atas kuda. Maksudnya tetap menerima uang dari orang tua siswa tapi tidak diurus dan hanya mengandalkan peluang lulus murni siswa semata.

Berkaitan dengan itu, Irjen Pol Fachrizal meminta kepada seluruh orang tua untuk memercayai proses penerimaan siswa kepada panitia dan tim ombudsman yang sudah dibentuk dan jangan mau terlibat pencaloan dengan pihak tertentu.

“Jadi jangan pernah ada lagi keinginan untuk melakukan tes masuk polisi dengan cara cara yang tidak profesional, ” peringat Irjen Pol  Fachrizal di akhir sambutannya yang selaras dengan pesan akhir parodi penerimaan siswa polri tadi.

Salah satu target pelaksanaan fakta integritas ini,  menurut Kapolda Sumbar ini adalah mewujudkan komitmen bersama melaksanakan proses penerimaan secara profesional (awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here