Kapolsek Leihitu Sambangi Pengungsi Korban Gempa di Ambon

0
9

AMBON, mediapolisi.com – Kapolsek Leihitu Iptu Djafar Lessy menyambangi para pengungsi korban gempa 6,8 SR di wilayah hukum Polsek Leihitu. Bersama tiga personilnya, Lessy mengunjungi tiga titik lokasi pengungsian pada Rabu (2/10).

Kunjungan ke lokasi pengungsi di Negeri Hitu, Dusun Oli serta Negeri Morella, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini merupakan bagian patroli cipta kondisi menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif pasca gempa yang terjadi Kamis (26/9) lalu.

Di setiap lokasi pengungsi, Lessy selalu memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada para warga agar selalu bersama-sama menjaga keselamatan serta keamanan di seluruh wilayah hukum Polsek Leihitu.

“Di wilayah hukum Polsek Leihitu cukup banyak warga yang mengungsi. Ribuan orang yang mengungsi tersebar di beberapa lokasi. Baik warga yang terkena dampak langsung gempa dimana rumah tempat tinggal rusak maupun warga lainnya yang trauma dan khawatir terhadap isu-isu akan terjadinya tsunami sehingga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi,” jelas Lessy kepada media ini Rabu (2/10) di Mapolsek Leihitu.

Kapolsek Leihitu Iptu Djafar Lessy sedang membagikan makanan ringan kepada anak-anak di lokasi pengungsian korban gempa Ambon

Terhadap isu-isu akan terjadi gempa yang lebih besar maupun ancaman tsunami, Lessy selalu memberikan penguatan dan penjelasan agar warga tidak terprovokasi atau percaya pada isu tersebut. Ia meminta kepada warga bila mendengar ada isu-isu yang berkembang, hendaknya dapat mengklarifikasi kepada instansi yang berkompeten seperti BMKG atau meminta penjelasan ke aparat kepolisian maupun TNI terdekat.

Saat menyambangi warga pengungsi, ia juga memberikan bantuan berupa makanan ringan serta air mineral kepada anak-anak di lokasi pengungsian. Menurutnya, bantuan yang diberikan ini sebagai bentuk simpati dan empati kepada korban gempa ini.

Tak lupa juga Kapolsek bercerita dan berseloroh kepada para anak-anak sekedar berupa penghiburan serta untuk membawa anak-anak untuk lupa sejenak terhadap kondisi kekinian mereka yang berada di lokasi pengungsian.

Usai melaksanakan patroli, Lessy menilai hingga kini aktivitas warga tetap berjalan normal seperti biasanya. Tidak ada kejadian menonjol. Namun yang sedikit berbeda adalah saat siang hari, banyak warga yang beraktivitas di rumah. Tetapi bila matahari mulai terbenam, sebagian besar warga kembali menuju ke lokasi pengungsian dan berdiam dalam tenda. (Imanuel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here