Cegah Erosi Pantai, Polsek KPYS Tanam Ratusan Anakan Mangrove di Teluk Ambon

0
24
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ny. Endah Leo didampingi Kapolsek KPYS Ambon AKP Florensius Teddy sedang menanam anakan mangrove di pantai Silale, Kawasan Teluk Ambon.

Mediapolisi, AMBON – Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menanam ratusan anakan tanaman Bakau atau mangrove kawasan pantai Teluk Ambon. Sebanyak 192 anakan empat spesies tanaman yang masuk dalam famili Rhizophoraceae ini ditanam di pantai Kelurahan Silale Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Sabtu (11/1/2020).

Salah satu tujuan dilakukan penanaman anakan mangrove ini untuk mencegah abrasi atau pengikisan daratan pantai oleh air laut.

“Salah satu tujuan penanaman anakan mangrove ini pastinya untuk mencegah abrasi pantai. Tanaman mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah oleh air laut,” ujar Kapolsek KPYS Ambon Ajun Komisaris Polisi Florensius Teddy.

Ia jelaskan selain untuk mencegah abrasi, tanaman mangrove banyak memiliki manfaat untuk kehidupan manusia. Kegunaan lain yaitu mencegah intrusi air laut yaitu peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan.

“Intrusi laut dapat mengakibatkan air tanah menjadi payau atau salobar dalam bahasa orang Ambon. Dan pastinya tidak baik untuk dikonsumsi. Hutan mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau, sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi Air laut ke daratan,” terangnya.

Hutan mangrove juga dapat berfungsi sebagai penyaring alami. Hutan mangrove biasanya dipenuhi oleh akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut, dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai. Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan deterjen, dan merupakan penghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.

Fungsi lain hutan mangrove dapat menjadi habitat ataut empat tinggal yang cocok bagi banyak hewan baik laut maupun darat. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat dari pohon mangrove, memberi zat makanan dan menjadi daerah sumber nutrisi bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.

BACA JUGA :  Gerimis Tak menyurutkan Bhabinkamtibmas Serta Perangkat Desa, Memberikan Bantuan Buat TPA

Hutan mangrove seringkali juga dikatakan pembentuk daratan. Material endapan dan tanah yang ditahannya, mampu menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan.

“Dalam kurun waktu yang panjang, habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri,” ungkapnya.

Mengingat pentingnya peran hutan mangrove dalam kehidupan manusia, alumni Akpol tahun 2008 ini mengajak semua pihak terutama warga yang berada di sekitar lokasi penanaman mangrove ini untuk selalu menjaga dan merawat anakan tanaman bakau ini hingga bisa tumbuh hidup di kawasan pantai ini.

“Hutan Mangrove ini punya banyak kegunaan dalam kehidupan manusia. Karena itu mari kita senantiasa menjaga kelestarian alam dan lingkungan kita,” harap Teddy.

Saat penanaman hutan Mangrove dalam program Polri Peduli Penghijauan ini, Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy didampingi Wakapolsek Ipda Abdul Kadir Kiat sejumlah personil serta bhayangkari ranting Polsek KPYS. Mereka juga melibatkan belasan warga setempat. Beberapa tokoh juga terlihat hadir antara lain Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Komisaris Besar Polisi Leo Surya Nugraha Simatupang, Lurah Silale Ibu Saripa Soulisa, Babinsa Silale Sertu Abdul Gafur Uluelang, Ketua RT 002 RW 04 Ruslan Abdul Gani serta Komunitas Peduli Sungai Tanusang.

Teddy yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease katakan kegiatan penghijauan ini dilaksanakan untuk mendukung program Kapolri yaitu “Penanaman Pohon Guna Mendukung Penghijauan”.

192 anakan mangrove yang ditanam di pantai Silale ini terdiri dari empat spesies tanaman yaitu Rhizophora micronata sebanyak 55 anakan, Rhizophora apiculata tujuh anakan, Bruguiera gymnorrhiza tujuh anakan dan jenis tanaman pidada merah atau Sonneratia casrolatis sebanyak 102 anakan. (Imran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here