Bareskrim Polri dan Polda Bentuk Tim Penanganan Karhutla di Riau

0
15

PEKANBARU, mediapolisi.com – Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi melakukan Konfrensi Pers terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di ruang Loby Utama lantai 1 Polda Riau, jalan Jenderal Sudirman no 235 Pekanbaru pada Jum’at (11/10/2019)

Masalah Karhutla saat ini tengah ditangani terpadu oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Gakkum KLHK dan Ditreskrimsus Polda Riau.

Dalam Kesempatan Konperensi Pers ini Kapolda Riau mengatakan bahwa kejadian atau kasus kebakaran hutan yang terjadi belakangan ini bukanlah hal yang biasa. Terutama dalam hal pembuktian yang cukup sulit sehingga kemudian penyidik gagal memproses sebagian kasus tersebut. Namun ada juga kasus yang meski sulit proses pembuktiannya tapi akhirnya bisa P 21 dan dimajukan ke sidang pengadilan.

Sementara itu Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani menyampaikan, dirinya dan tim sudah melakukan langkah yang bersejarah dalam upaya penegakan hukum Karhutla sesuai komitmen pemerintah untuk menangani kasus ini secara serius.

Dalam kesempatan konfrensi pers selanjutnya Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol M Fadhil Imran, menyampaikan bahwa dalam 3 hari terakhir timnya di Riau sudah melaksanakan olah TKP di enam titik yang berada di Kabupaten Inhu serta Pelalawan dan titik selanjutnya berada di Kabupaten Siak.

Dimana dalam melakukan penelusuran maupun olah TKP, Team Bareskrim dan Team Penyidik Direktorat Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Riau serta tim dari KLHK serta pengamat lingkungan secara bersama -sama turun langsung ke Lapangan guna Pengambilan Sampel Barang Bukti (BB) .

“Pengambilan sampel barang bukti dilakukan oleh Puslabfor Polri bersama petugas dari Kejaksaan untuk melihat gambaran seperti apa kebakaran hutan yang sedang dilidik saat ini” ujar Jenderal bintang satu ini .

Menurut Fadhil, Kasus Karhutla ini adalah kasus yang tidak mudah dan scientific crime sehingga harus sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan serta kesimpulan.

“Kami meminta teman-teman wartawan dapat mengerti akan kesulitan ini, Namun demikian dalam perkembangannya kita akan transparan dalam menyampaikan ke ruang public” tutupnya. (Galih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here