Calon Gubernur Maluku Dilaporkan ke Polda Maluku

0
142

AMBON, mediapolisi.com — Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon, Abdul Karim Angkotasan,dan wartawan Harian Rakyat Maluku Sam Usman Hatuina melaporkan Said Assagaff, calon Gubernur Maluku petahana ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku, Kamis (29/3) malam.

Mereka juga melaporkan Husen Marasabessy, Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Politik, Hukum dan Abu Bakar alias Abu King Marasabessy, seorang yang diduga tim sukses Assagaff

Gubernur Maluku nonaktif yang juga Cagub Maluku 2019-2024 itu dilaporkan ke Polda karena melakukan intimidasi terhada Abdul Karim yang juga jurnalis Harian Rakyat Maluku dan Sam saat dua jurnalis itu melakukan peliputan pada Kamis sore (29/3/2018).

Terasmaluku.com melansir, intimidasi dilakukan Assaggaf, Hesen dan Abu Bakar di Rumah Kopi Lela Jalan Sam Ratulangi Kota Ambon, Kamis sore. Abdul Karim bahkan ditampar oleh Abu King dalam peristiwa itu. Abu Karim dan Sam datang ke Polda bersama belasan jurnalis Ambon lainnya.

Keduanya menjalani pemeriksaan di Polda Maluku hingga Jumat (30/3) dinihari.

“Kami melaporkan calon Gubernur Maluku, Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Politik, Hukum dan Abu Bakar alias Abu King Marasabessy, yang diduga tim sukses Assagaff dengan dua laporan. Pertama penganiyaan dan kedua upaya menghalang-halangi kerja jurnalis sebagimana ketentuan pidana Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pukul 00.45-03.00 dinihari kami diperiksa penyidik untuk pembuatan BAP,” kata Abu Karim kepada wartawan di Mapolda Maluku.

Abu Karim menjelaskan kronoligis peristiwa di rumah kopi tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 16.30 WIT calon Gubernur atas nama Said Assagaff bersama para Kepala Dinas telah duduk dimeja tengah rumah Kopi Lela sambil menikmati sajian kopi. Pejabat yang duduk bersama calon gubernur itu diantaranya, Sekda Maluku Hamin Bin Taher, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Ismail Usehamu, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Saleh Thio, dan staf ahli Gubernur Maluku Husen Marasabessy serta beberapa pengurus partai politik pendukungnya.

“Saya bersama sejumlah jurnalis lainnya, Samad Salatalohy dan Azis Saimima tiba di rumah kopi Lela pukul 17.30 WIT dan duduk di meja dekat kasir. Kami kemudian mengambil posisi disamping kasir terpisah dua meja dengan rombongan Calon Gubernur. Tidak lama Sam beberapa rekan lainnya tiba di warung kopi bersama duduk di tempat terpisah dengan kami,” kata Abu Karim.

Menurut Abu Karim, Sam yang duduk diposisi berhadapan dengan Assagaff yang berdampingan dengan Husen Marasabessy, lalu mengambil haendphone (Hp) dan mencoba mengabdikan momentum tersebut. Abu Karim mengungkapkan, ia dan rekan jurnalis lainnya mendengar dengan jelas perintah Husen yang meminta agar Sam, salah satu wartawan Rakyat Maluku untuk menghapus gambar. (Rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here