BERBAGI

SOLOK SELATAN, Mediapolisi.com – Tim operasi penindakan ilegal mining Polres Solok Selatan (Solsel) berhasil amankan tiga unit alat berat jenis excavator dan 35 galon BBM jenis solar di lokasi tambang emas ilegal yang tepatnya berada di Jorong Alai Talantam, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari.

Ketiga excavator dan BBM subsidi jenis solar tersebut, ditemukan dalam kondisi ditinggalkan oleh pemiliknya. “Operasi penindakan ilegal mining, ilegal loging dan penyalahgunaan BBM subsidi ini dilakukan secara bertahap. Mulai dari pendirian pos pengamanan di wilayah perbatasan Solsel – Dharmasraya hingga penyisiran di sejumlah lokasi yang disinyalir menjadi tempat aktifitas ilegal mining,” kata Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto didampingi Waka Polres Kompol Edi Warman dan Kasat Reskrim AKP M.Rosidi kepada awak media di Makopolres

Dia menyebutkan, tim operasi mulai bergerak pada kamis (26/12), melakukan penyisiran ke sejumlah titik yang diduga sebagai lokasi aktifitas ilegal mining, menyisiri medan jalan yang cukup jauh, menantang dan menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu tempel (timpek). “Pada hari ke dua, Jumat (27/12) baru ditemukan tiga alat berat dan 35 galon solar tersebut di lokasi tambang emas ilegal yang sudah ditinggalkan oleh penambang di Jorong Alai Talantam Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan,” katanya.

Selanjutnya, imbuhnya, di lokasi yang sudah ditinggalkan penambang dan pekerja tambang ilegal itu, juga ditemukan pondok – pondok bekas pakai yang ditinggalkan. Lalu, dirobohkan dan dipasangi spanduk imbauan untuk tidak lagi melakukan tambang emas illegal.

Setelah tim selesai melakukan penyisiran di wilayah Sangir Batang Hari pada Senin (30/12), penyisiran dilanjutkan di lokasi Pamong Ketek dan Pamong Gadang yang ada di jorong Jujutan Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

“Alhamdulillah di lokasi tersebut sudah tidak ditemukan aktifitas ilegal mining lagi disitu, tapi ada bekas aktifitas tambang emas ilegal. Di Pamong Gadang itu ditemukan pondok-pondok yang ditinggalkan oleh pekerja, namun di Pamong Ketek tidak ada ditemukan. Selanjutnya, akan dilakukan penyelidikan, alat itu siapa pemiliknya, Dan tentunya ada penegakan hukum buatnya,”Ulasnya lagi.

Selain itu Kapolres juga menambahkan, pihaknya juga sudah mendirikan sebanyak empat pos pengamanan di pintu perbatasan masuknya minyak BBM Ilegal, dan saat ini sudah dilakukan pengembangan pos jaga sebanyak dua lokasi di Pamong dan di Pinti Kayu Pakan Rabaa Timur KPGD.

Kegiatan lain dalam rangka penghijauan kembali bekas lokasi tambang juga dilakukan oleh jajaran Polres, dengan melakukan penanaman sejumlah pohon pohon untuk melestarikan hutan dan juga untuk masa depan anak cucu nantinya.

Penindakan dan operasi yang dilakukan pihak Polres itu mendapatkan dukungan dari masyarakat dan juga wali Nagari setempat. Sejauh ini, sejumlah warga juga sudah jenuh dengan informasi-informasi terkait kegiatan tambang yang selalu menjadi buah bibir orang orang yang tidak paham dengan kultur kehidupan masyarakat Solsel ini, terimakasih Polri” tutur Abdullah salah seorang warga Talantam Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan. (Zaki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here