BERBAGI

kapolres Kota Pariaman AKBP Andry Kurniawan (foto: ist)

PARIAMAN, mediapolisi.com – Polres Kota Pariaman kini tengah memeriksa kasus tenggelamnya Kapal pengangkut wisatawan ke Pulau Angso Duo Pariaman, Sabtu (26/10).

“Seluruh pertanyaan yang diajukan kepada saya sedang didalami oleh penyidik dalam pemeriksaan kasus tenggelamnya kapal wisata ke Angso Duo, Sabtu kemarin,” tulis Kapolres Kota Pariaman AKBP Andry Kurniawan kepada Mediapolisi.com, melalui Japrinya, Minggu (27/10).

Kapal wisata yang melayani angkutan wisatawan ke Pulau Angso Duo Pariaman, Sabtu (26/10) tenggelam saat akan menuju objek wisata pulau tersebut dengan membawa 24 penumpang.

Satu diantaranya, Masyirida, 39, Guru SMPN 1 Palupuh, Kabupaten Agam meninggal dunia karena tak mampu keluar dari tubuh kapal yang sudah tenggelam. Jasad korban sudah dibawa oleh pihak keluarga ke kampungnya setelah kejadian mengenaskan itu.

Menurut seorang penumpang yang selamat, kapal yang dinakhodai Jabal (32) tersebut memuat 24 penumpang, enam orang berasal dari Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padangpariaman, 12 orang Guru SMPN 1 Palupuh, Kabupaten Agam, empat orang mahasiswa dari Padang dan dua orang dari Bawan, Kabupaten Agam.

Walikota Pariaman Dr Genius Umar segera setelah mendapatkan kabar itu memerintahkan jajarannya yakni Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan Kota, Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala BPBD Kota Pariaman melakukan pemantauan lokasi, konsentrasi dan cermati keadaan korban selamat yang dirawat di RSUD Kota Pariaman.

Genius juga mengungkapkan, akan segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) atas musibah ini, untuk mengetahui apa penyebabnya, di mana kelalaiannya dan harus menjadi kajian untuk pelajaran ke depan.

Sedang Disidik

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan menyatakan aparatnya kini sedang memeriksa saksi saksi dan barang bukti terkait dari kasus tenggelamnya Kapal tersebut.

Secara prinsip, tegas AKBP andry Kurniawan, jika dari hasil penyidikan diketahui ada unsur kesengajaan atau kelalaian, maka pihaknya tak segan segan melakukan penindakan.

“Jika ada unsur kesengajaan atau kelalaian pasti kita tindak,” tegas Kapolres Pariaman.

Pemko Pariaman dalam melayani wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata pulau Angso Duo bekerjasama dengan pengusaha angkutan transportasi laut jenis kapal kecil.

Dalam pengoperasiannya, kapal ini harus mendapatkan sertifikat laik berlayar dari instansi teknis. Keseluruhan kapal tersebut dipersyaratkan berangkat dan pulang ke dan dari Pulau Angso Duo melalui jalur resmi di Dermaga Muaro Pariaman, tidak dari jalur lain

Menurut Kapolres Pariaman jika ditemukan ada indikasi pelanggaran ketentuan, termasuk jalur pemberangkatan ini, pihaknya akan segera menindak pemilik kapal tersebut.

Namun Kapolres tidak menanggapi pertanyaan tentang ancaman hukuman yang akan dikenakan kepada pemilik kapal yang tenggelam tersebut (awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here