KPK Tindak Lanjuti Dugaan Aliran Korupsi KTP-E ke Nurhayati

0
153

mediapolisi.com, JAKARTA – KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo memastikan bakal menindaklanjuti dugaan aliran dana korupsi KTP-E kepada Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. Nurhayati disebut menerima kucuran korupsi KTP-E senilai US$100 ribu.

“Ya, nanti ditindaklanjuti,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (24/5).

Agus mengatakan, semua hal yang muncul dalam persidangan korupsi megaproyek bernilai Rp5,8 triliun itu sudah pasti dibahas di internal, khususnya oleh kelima pimpinan.

“Dan itu jadi bahan penyidik melakukan langkah lebih lanjut,” ujar dia.

Namun, Agus mengakui, pihaknya masih membutuhkan bukti-bukti konkret selain keterangan keponakan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. Mengingat, sumber uang yang dikucurkan ke sejumlah anggota legislatif itu bukan berasal dari Irvanto.

“Ya kan jadi sumbernya bukan dari Irvanto, tapi disebutkan di fakta persidangan dan lain-lain,” ucap dia.

Agus tidak membantah pihaknya membuka peluang memanggil sejumlah nama yang mencuat dalam persidangan terdakwa korupsi KTP-E Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo. Salah satunya, politikus dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

“Itu taktiknya penyidik lah. Kita enggak perlu merinci itu,” pungkas Agus.

Sebelumnya, Irvanto yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Anang mengaku memberikan uang fee kepada Nurhayati sebesar US$100 ribu. Tidak hanya kepada Nurhayati, Irvanto juga menyebut sejumlah nama lain yang ikut menikmati aliran dana korupsi KTP-el.

Mereka di antaranya, tiga politikus Partai Golkar Chairuman Harahap, Melchiang Marcus Mekeng , Agun Gunandjar, serta politikus Demokrat Jafar Hafsah. Bahkan, pemberian itu juga disaksikan langsung oleh Made Oka Masagung, yang juga berstatus tersangka dalam kasus ini.

Nurhayati sendiri telah membantah kesaksian Irvanto. Nurhayati menyebut keterangan keponakan Novanto dalam persidangan itu bentuk fitnah kejam dan sadis.

Nurhayati menegaskan tidak pernah terlibat dalam proyek KTP-E dengan dalil saat proyek itu dibahas saat dirinya duduk di Komisi I DPR. Dia juga mengklaim tidak mengenal baik Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar.

“Apalagi keponakannya Irvanto, saya tidak kenal. Lantas kenapa dia menuduh saya secara serampangan?” kata Nurhayati melalui keterangan tertulis yang diterima awak media. (MR)
Sumber:Mediaindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here