Ketua MADA LMP Sumbar Kutuk Tindakan Penikaman Wiranto

0
104

PADANG, mediapolisi.com – Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (MADA LMP) Sumbar, Zaidina Hamzah mengutuk keras kasus penikaman yang dilakukan terhadap Menkopulhubkam Wiranto, Kamis (10/10).

“Tindakan tersebut sangat biadab, diluar batas cara bertindak orang timur. Pelaku harus dihukum berat dan siapapun dibelakang tindakan pelaku harus bisa diungkap penegak hukum dengan cepat, supaya kasus ini terang benderang,” kata Zaidina Hamzah dalam satu wawancara dengan Mediapolisi.com, kemarin di Padang.

Sebagaimana diberitakan, Menkopolhukam Jenderal Wiranto saat meninggalkan Helipad Lapangan Alun – alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang, Kamis (10/10) sekitar Pukul 11.55 Wib ditusuk oleh seseorang diduga dari kelompok garis keras.

Pelaku terdiri dari dua orang, satu wanita dan satu laki laki yakni Fitri Andriana Binti Sunarto, kelahiran Brebes 05 mei 1998, Agama Islam alamat Ds, Sitanggai Kec. Karangan Kab. Brebes. ( Untuk saat ini yg bersangkutan tinggal / ngontrak di Kp. Sawah Ds/ Kec .Menes Kab. Pandeglang )

Pelaku kedua,  Syahril Alamsyah alias Abu Rara, kelahiran Medan, 24 – 08 – 1988, Jl. Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

Selain menusuk Wiranto, pelaku juga melukai Kompol Dariyanto, SH, MH ( Kapolsek Menes ) dan H. Fuad. Dalam aksinya pelaku menggunakan senjata tajam gunting.

Berkaitan dengan kejadian itu, Hamzah meminta aparat hukum secepatnya mengungkap kelompok mana dibalik pelaku penyerang Wiranto ini. Apakah mereka yang selama ini secara masif memojokan wibawa pemerintah atau dari kelompok radikal yang menginginkan NKRI pecah.

Ketua Mada LMP Sumbar ini juga mengingatkan Polri dan TNI untuk memperbaiki SOP pengawalan pejabat negara, militer dan TNI saat diluar ruangan.

Sebab, kata Hamzah, saat para pelaku menyerang Wiranto terlihat sekali bahwa pengamanan terhadap Menkopolhukam ini sangat lemah.

“Itu bisa dilihat dari dekatnya posisi pelaku dengan Wiranto saat penusukan akan terjadi. Seharusnya pengamanan bisa dibuat berlapis. Tidak saja didekat pejabat tetapi juga disekitarnya,” kata Hamzah.

Dia juga mengingatkan bahwa kasus penusukan Wiranto merupakan uji coba dari kelompok radikal untuk mengacaukan situasi keamanan di dalam negeri.

Bukan mustahil, kata Hamzah, hal yang sama akan terjadi terhadap pejabat negara lainnya.

Terkait dengan kejadian ini, Hamzah juga meminta segenap organisasi cinta tanah air untuk melakukan pengawasan dan kontrol terhadap aktifitas organisasi dan personal yang sudah diketahui berseberangan dengan pemerintah.

Sebab bukan mustahil, orang orang seperti pelaku penusukan Wiranto, adalah berasal dari atau simpatisan organisasi tersebut.

“Kita tidak bisa menafikan kemungkinan ada organisasi yang membuat skenario membuat heboh bangsa ini. Untuk itu kita semua harus aktif melakukan pengawasan terhadap lingkungan kita masing masing,” ujar Hamzah.

Secara khusus Hamzah mengajak segenap elemen Laskar Merah Putih di seluruh Indonesia lebih memperkuat semangat dan kebersamaan mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI (awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here