Enam Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Mabes Polri

1
80

JAKARTA –  Densus 88 Mabes Polri menangkap enam orang terduga teroris Senin (9/7). Dari orang itu, 5 di antaranya adalah warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, sedangkan 1 lainnya adalah warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Lima warga Depok tersebut tinggal di RW 9 Kelurahan Sukamaju.

Hal itu diungkapkan Ketua RW 9 Syamsudin, usai menerima laporan dari setiap RT. Ternyata ada lima yang tercatat sebagai warga RW 9, Kelurahan Sukamaju, Cilodong, yang diamankan Densus 88, Senin kemarin,” katanya, Selasa (10/7).

Syamsudin lalu menjelaskan tentang lima orang yang ditangkap itu.Pertama adalah Lukman (30) asal Sukabumi berprofesi penjual mie ayam, warga alamat Jalan H Ipit, RT 2/9. Ia ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di rumah Masruki.

Kedua, Masruki (42) asal Jawa Tengah, profesi guru ngaji, alamat Jalan H Ipit, RT 4/9.Ia ditangkap sekitar pukul 16.30 di rumahnya.

Lalu ketiga, Supriyadi (40), asal Jawa Tengah, yang berprofesi penjual air minum, dan beralamat di Jalan H Ipit, RT 2/9. Ia ditangkap sekitar pukul 16.30 di Jalan Raya Bogor.

Keempat, Soni (30) asal Sukabumi, profesi buruh pabrik, beralamat Jalan H Ipit, RT 4/9. Ia ditangkap sekitar pukul 16.30 di Jalan Raya Bogor.

Kelima adalah Roy Marten (40) asal Depok yang berprofesi buruh pabrik, beralamat di Jalan H Ipit, RT 4/9. Roy ditangkap sekitar pukul 16.30 di Jalan Raya Bogor.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal membenarkan penangkapan kelima warga Depok itu, Senin lalu.Menurutnya, Densus 88 sudah mengintai kelima orang yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris JAD tersebut.

“Penangkapan kelima pria yang diduga teroris ini karena dicurigai akan melakukan aksi ke kacauan di sejumlah daerah di DKI Jakarta. Belum diketahui pasti aksi teror kelompok tersebut, masih didalami,” katanya.

Dari kelimanya, Densus 88 menyita beberapa dokumen penting. Kelima orang terduga teroris itu sempat dibawa ke Polresta Depok dan kemudian diamankan ke Mabes Polri dengan 15 personel dalam lima mobil.

Sehari-hari, Lukman alias LM dikenal sebagai pedagang mi ayam dan tinggal mengontrak rumah bersama ibu, istri, dan anaknya yang masih bayi, tak jauh dari warung.

Menurut Syamsudin, warung mi ayam Lukman selalu ramai setiap harinya. “Warung mi ayamnya selalu ramai. Cukup laku keras. Dia biasa buka dari jam 10 pagi sampai tengah malam. Hampir semua warga di sini pernah beli mi ayamnya. Rasanya memang enak,” katanya.

Sehari-hari, Lukman cukup ramah dengan warga sekitar. LM setiap hari selalu berinteraksi dengan masyarakat dan cukup ramah. Tapi istrinya yang tertutup,” katanya.

Sedangkan Masruki alias MK diketahui bekerja sebagai tukang potong ayam. Dikatakan Syamsudin, Masruki memiliki dua orang istri.

“Pernah ada warga yang hajatan, memesan ayamnya langsung ke MK. Jadi kira-kira sebulan lalu, MK ini jual ayam potong dan tetangga bisa pesan langsung ke MK,” ujarnya.

Terkait kesehariannya, kata Syamsudin, MK sangat tertutup. “Dia jarang bergaul sama tetangga. Begitu juga dua orang istrinya. Mereka sangat tertutup,” tuturnya.

Menurut Syamsudin, kedua istri MK tinggal satu atap di rumah kontrakan mereka. Jadi dua istrinya tinggal satu atap di rumah kontrakannya. Sepenglihatan saya, selama ini mereka sangat tertutup,” katanya.

Digeledah

Sementara itu satu orang terduga teroris yang ditangkap di Jakarta adalah S, yang menempati rumah kontrakan di kontrakan di RT 04/04, Kelurahan Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ia ditangkap Densus 88 di Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat. Polisi lalu menggeledah rumahnya di Kemayoran
Ketua RW 04 Harapan Mulia, Novi Jumiadi, mengatakan bahwa sebelum Densus 88 menggeledah kontrakan S, ia dihubungi oleh sekuriti di wilayahnya yang memberitahukan adanya penggeledahan.

Saat mendatangi lokasi, ia langsung bertemu pemimpin proses penggeladahan itu yang didampingi oleh Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful. Terdapat belasan anggota polisi beserta 8 mobil yang mengawal proses penggeledahan itu.

“Saya diminta untuk menyaksikan penggeledahan. Saya belum tahu kasusnya apa, saya kira narkoba kali. Enggak tahunya saya lihat polisi bawa senjata laras panjang semua. Ini Densus 88,” ucap Novi saat ditemui Warta Kota, Senin (9/7) malam.

Novi pun menyaksikan polisi membawa banyak barang bukti kardus-kardus berisi senjata saat menggeledah kamar kontrakan seluas kurang lebih 3×5 meter.

“Ada banyak sekali, ada granat tangan, panah, busur, peluru tajam. Ada 5 kardus dibawa, satu mobil penuh muat itu,” ujarnya.

Sumber : Warta Kota

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here