Bentuk Satgas Nusantara, Cara Polri Redam Naiknya Tensi Politik Pilkada

0
91

JAKARTA, mediapolisi.com – Menjelang pelaksanaan pilkada serentak 2018 ini, situasi politik dalam negeri diprediksi mulai memanas, karena itu Polri perlu mendinginkan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nusantara.

Satgas tersebut bertugas mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat pilkada berlangsung

“Satgas Nusantara kami bentuk dalam rangka untuk mendinginkan isu-isu yang berkaitan dengan pilkada sehingga kita harapkan dengan pendinginan itu situasi yang memanas tidak sampai ramai, meledak,” kata Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/1/2018).

Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto menambahkan, satgas tersebut akan bekerjasama dengan para tokoh agama dan masyarakat. Tujuannya, untuk meredam tensi panas saat Pilkada.

“Kami perlu juga tokoh-tokoh masyarakat yang memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, itu kami akan bekerjasama dengan seluruh potensi masyarakat, stakeholder yang terkait,” ucap Setyo.

Setyo menganalogikan pelaksanaan pilkada setentak itu sebagai sebuah mobil. Saat ini para parpol sudah mulai menyalakan mesin dan memanasi kendaraan dengan mendaftarkan kandidatnya ke KPU. Dia mengibaratkan Satgas Nusantara sebagai radiator untuk mendinginkan mesin.

“Sebentar lagi mesin partai akan berjalan, mereka akan bergerak semua. Nah jangan sampai over, jangan sampai mesinnya terlalu panas, maka perlu ada pendinginan-pendingan,” kata Setyo.

Menurut alumnus Akademi Kepolisian tahun 1984 ini, pihaknya telah mendeteksi wilayah-wilayah yang dianggap berpotensi rawan gesekan saat Pilkada berlangsung. Wilayah itu meliputi, Kalimatan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Tapi nanti akan kami lihat lagi dan analisis lagi ketika KPU sudah menentukan calon-calon itu,” kata jenderal bintang dua ini.

Arief Ramdhani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here