Warga Sei Tatas Hulu Keluhkan, Rehab Masjid Am’anul Ihsan Yang Tidak Tuntas

KUALA KAPUAS, mediapolisi.com – Rehab Masjid Amanul Ihsan yang terletak di Sei Tatas Hulu Kab. Kapuas terkesan tidak matang dalam perencanaannya, ini terlihat dari kondisi rehab masjid yang tidak terselesaikan sehingga masyarakat setempat mengeluhkan kekurang nyamanan mereka dalam melakukan ibadah khususnya Sholat Jum’at dikarenakan puluhan kayu bulat kecil (galam) yang dipasang untuk menyangga bagian bangunan yang seyogyanya dilakukan perbaikan sampai saat ini masih berdiri tepat ditengah – tengah dan hal itu telah berlangsung kurang lebih 6 bulan, demikian tutur Bapak Masnur selaku kaum dan penjaga masjid.

Ditemui diruang kerjanya Jonnie, ST, MT selaku kepala bidang cipta karya mengatakan, “dana yang dibutuhkan untuk pengerjaan rehab Masjid Amanul Ihsan tersebut lebih dari dugaan kita semula dan rehab rumah ibadah ini sendiri meliputi sejumlah masjid, gereja dan rumah ibadah lainnya, secara keseluruhan dana yang diplot untuk rehab sejumlah rumah ibadah tersebut sebesar Rp 2 M dan dari kesemuanya memang ada rumah ibadah tidak terselesaikan dikarenakan kekurangan dana.

“Khusus buat Masjid Amanul Ihsan Sei Tatas untuk penyelesaiannya kita sempat mengajukan anggaran sebesar Rp.200 jt beberapa waktu lalu akan tetapi ketika didalam pembahasan bersama DPRD anggaran yang kita ajukan tersebut berujung pada Rp.0,” terangnya

Dikesempatan lain, Reza yang bertindak selaku PPTK mengakui bahwa dana yang diplot untuk rehab Masjid Amanul Ihsan tersebut semula sebesar Rp.180 jutaan dan dari dana tersebut hanya dilaksanakan sebesar Rp.87 juta sedangkan yang Rp.100 jutanya dialihkan ke pengerjaan rehab masjid lain.

“Dengan pertimbangan bilapun Rp.180 juta tersebut dihabiskan untuk rehab Masjid Amanul Ihsan akan tetapi pengerjaannya tetap tidak akan rampung sebab untuk pengerjaan rehab dimasjid tersebut secara teknis dibutuhkan dana yang jauh lebih besar, bahkan bisa mencapai Rp.1,2M. Dalam hal ini, bilapun diteruskan pengerjaan rehab masjid tersebut dengan dana Rp.180 juta akan menempatkan kontraktor diposisi buah simalakama,” demikian tutur Reza

BACA JUGA :  Pria Asal Parenggean Ditangkap Polisi

Sementara itu, ketika disambangi diruang kerjanya, Rahmad Jainudin selaku Ketua Komisi III DPRD Kapuas membantah pernah melakukan pembahasan bersama Dinas Pekerjaan Umum baik kaitannya dengan perubahan anggaran maupun sinkronisasi dan realisasi rehab Masjid Amanur Ihsan. Terlebih – lebih usulan anggaran yang disebut – sebut kepala bidang Cipta Karya menurut Rahmad Jainudin pihaknya tidak pernah menerima apalagi untuk membahasnya lebih lanjut.

Politisi Golkar ini menuding dinas terkait telah membuat perencanaan yang kurang matang terkait proyek rehab sejumlah rumah ibadah, ini sesuai ucapan Reza selaku PPTK yang mengatakan pihak kontraktor dalam posisi buah simalakama bila pengerjaan rehab Masjid Amanul Ihsan tetap diteruskan dengan dana Rp.180 juta, dan Ia juga mengaku lebih heran lagi atas pernyataan PPTK yang hanya melaksanakan 87 juta dari 180 juta untuk rehab masjid tersebut.

“Saya tidak mengerti atas dasar apa Dinas Pekerjaan Umum melakukan andendum terhadap dana yang telah diplot dan ini menjadi salah satu poin yang akan kami pertanyakan nanti pada sidang pembahasan.” Demikian tutur Rahmad Jainudin selaku ketua Komisi III DPRD Kapuas kepada Kabarpolisi Media Group.
(Gatner/Nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here